Mutasi baru covid B117 inggris

mencegah corona
Virus yang berawal dari negara China dan akhirnya melanda ke seluruh dunia yang di mulai akhir bulan DESEMBER 2019 yang kini telah kita kenal bernama virus Corona atau COVID-19, hingga organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan virus Corona sebagai pandemi pada 11maret 2020, hal itu berdasarkan adanya lebih dari 118 ribu kasus penularan di lebih dari 110 negara.

“COVID-19 dapat di cirikan sbagai pandemi, kami telah membunyikan bel alarm dengan keras dan jelas” terang Ghebreyesus, seperti di lansir Time

ini bukan hanya krisis yang melanda masyarakat tetapi, krisis yang akan melada seluruh sektor” tambahnya.

Dan benar saja, akibat dari Pandemi Corona ini telah berdampak sangat besar terhadap perekonomian, bahkan perekonomian dunia hampir jatuh dalam jurang resensi.

“saat ini dunia sedang menghadapi kondisi yang luar biasa sulitnya, 215 negara mrenghadapi darurat kesehatan dan harus menyelamatkan wargnya dari ancaman COVID-19 ” ujar Presiden Joko Widodo saat membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2020 secara virtual, senin (15/6/20)

Tidak hanya sampai di situ, setelah setahun menjadi pandemi di seluruh dunia, kini virus Corona telah menghasilkan mutasi di beberapa negara.

Pada bulan Desember, para ilmuan mendeteksi varian B.1.1.7 di Inggris, di ikuti oleh varian B.1.351 di Afrika Selatan, bersama dengan varin baru di Los Angles dan Ohio.

Varian B.1.1.7 kini sedang menjadi fokus peneliti, diduga lebih menular dan juga lebih mematikan, varian B.1.1.7  pertamakali di temukan di Inggris, di perkirakan 50 persen lebih menular dariada varian sebelumnya.

Menurut data pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) terdapat 195 kasus infeksi B1.1.7 yang di temukan di Amerika Serikat.

Baca juga ;  berikut beberapa masker wajah yang cocok di gunakan pada masa pandemi

Sejak 20 Desember 2020, beberapa negara telah melaporkan kasus inveksi dari B1.1.7, termasuk Amerika Serikat.

Pada januari 2021, para ilmuan dari Inggris melaporkan bukti yang menunjukan varian B1.1.7 berpotensi menyebabkan peningkatan resiko kematian dibandingkan dengan varian lain, sayangnya laporan tersebut tidak menemukan bukti bahwa varian tersebut berdampak pada tingkat keparahan penyakit atau kemanjuran vaksin.

Tag terkait; #virus #virus corona #virus corona varian B117