Kalian ingat dengan suku baduy?

suku baduy
Kalian ingat dengan suku baduy?

Benar,Baduy merupakan nama suku yang berada di kaki pegunungan kendeng, tepatnya di desa kanekes, propinsi Banten.

Di sini mereka benar benar masih menjaga hukum adat mereka selama berapa dekade secara turun temurun,mereka menolak mengamalkan kegiatan seperti yang ada pada umumnya kebiasaan orang moderen di dalam kehidupan mereka.

Di sini mereka masih memanfaatkan kekayaan alam untuk mencukupi kebutuhan sehari hari mereka seperti halnya berkebun dan menenun pakaian.

Kehidupan yang masih asri dan bersahabat dengan alam membuat sebagian orang penasaran dan ingin tau bagaimana kegiatan kesehari-harian mereka, mulai dari pengunjung lokal sampai turis manca negara tak jarang  berkunjung ke suku Baduy dalam.

Di Baduy masih menganut kepercayaan sunda wiwitan, dimana pemujaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur( animisme dan dinamisme)yang di anut oleh masyarakat tradisional sunda jaman dulu masih terasa kental di baduy dalam, sehingga sangat di sarankan untuk memakai pemandu di baduy.

Budaya lainnya yang masih mreka terapkan hingga saat ini adalah cara memakamkan mayat, di mana kuburan orang baduy tidak di beri tanda berupa batu nisan seperti pada umumnya kita, sehingga mereka membiarkan rumput dan ilalang tumbuh di atasnya, maka dari itu ke baduy di larang kencing dan berbicara sembarangan, agar lebih baiknya para pengunjung untuk menyewa jasa pemandu.

untuk jasa pemandu biasa di bandrol dengan harga sekitaran 200-300 ribu.

para kaum lelaki di baduy pada siang hari biasa pergi ke hutan untuk berkebun.

Berbeda dengan tumbuhan padi yang ada di desa lainnya di indonesia, yang di mana padi di tanam di sawah berlumpur dan berair, di baduy padi di tanam di kawasan perbukitan yang mana padi tumbuh di tanah pegunungan yang tidak berlumpur .

masa panen padi biasa 3-4 bulan dari masa tanam.

Bangunan rumah panggung yang unik, lantai yang terbuat dari kayu serta dinding terbuat dari anyaman bambu, merupakan pemandangan yang khas dari bangunan adat baduy.

Rumah tetua suku baduy berukuran lebih besar dari rumah rakyatnya dan berada di tempat paling tinggi, strukturnya khusus di buat tanpa menggunakan paku.

Jika malam tiba,Di tengah gelap malam yang mengepung kampung baduy,untuk penerangan mereka hanya mengandalkan sedikit cahaya dari lampu obor, itu saja hanya di rumah tetua adat yang boleh memakai penerangan.