Balon udara raksasa meledak dan menghancurkan empat rumah warga dan satu sekolah di Ponorogo

Warga Ponorogo Jawa Timur di hebohkan dengan suara ledakan yang berasal dari balon udara tanpa awak yang terjadi pada hari jum’at (6/8/2021) lalu.

Ledakan balon udara tersebut mengakibatkan kerusakan matrial bangunan pada empat rumah dan satu Sekolah.

AKBP Mochamad Nur Azis (Kapolres Pnorogo) mengatakan bahwa ada 14  tersangka yang berasal dari Desa Ngabar, Kecamatan Siman Ponorogo.

“Setelah penyelidikan kami mengamankan para pelaku pembuat balon tanpa awak dan petasan di Desa Ngabar, Setelah kami geledah kami menemukan barang bukti yang ada kaitannya dengan hal tersebut” Kata beliau

Azis mengatakan, bahwa ada 12 tersangka yang merupakan orang dewasa dan 2 orang lainnya masih di bawah umur.

Kendati hal demikian, tersangka tetap menjalani proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebagai barang bukti Azis mengamankan 13 buah petasan berbagai ukuran, 1 buah blengker, 1 buah pintu, 2 buah jendela, 4 buah jendela ventilasi, plastik bekas balon udara yang terbakar, kertas bekas petasan, pecahan kaca, pecahan asbes.

Terkait dengan motif pembuatan balon tersebut Azis mengungkap bahwa, balon itu merupakan bahan sisa dari pembuatan balon untuk perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu.

Diketahui bahwa pembuatan balon tersebut di buat sebulan sebelum balon tersebut di terbangkan, ke 14 tersangka tersebut mengatakan bahwa untuk membuat balon tersebut mereka menggunakan uang hasil patungan untuk membeli bahan bahan yang di perlukan.

Saat di periksa polisi, ke 14 tersangka tersebut mengakui perbuatan mereka.

Ke 14 tersangka tercatat terlibat dalam pembuatan balon udara, petasan hingga proses penerbangan balon udara tersebut. 

Pada ke 14 tersangka tersebut di tuduhkan pasal 1 ayat 1 UUD darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.