9 Fakta unik suku Baduy yang mungkin kebanyakan orang belum tahu

suku baduy
apakah yang terlintas dalam fikiran anda jika anda mendengar kata “suku”.?

pastinya sekelompok orang yang masih tinggal di sebuah kampung sederhana yang terletak di pedalaman hutan dan jauh dari kehidupan modern, di indonesia sendiri masih banyak terdapat suku-suku yang masih menjaga pola hidup mereka yang jauh dari kehidupan modern.

salah satunya suku Baduy, suku baduy atau orang kanekes merupakan suku bangsa yang berada di daerah Lebak, Banten, populasi mereka sekitar 26.000 orang, suku baduy merupakan suku yang mengisolasi diri mereka dari kehidupan luar . Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk di dokumentasikan, khususnya para penduduk Baduy dalam.

Menurut keyakinan mereka, orang kanekes mengaku keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari ketujuh dewa yang di kirim ke Bumi. Asal usul tersebut sering di hubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang yang pertama. Menurut mereka Adam dan keturunannya, termasuk warga Kanekes mempunyai tugas untuk bertapa atau asketik untuk menjaga harmoni dunia.

Bahasa sehari hari yang mereka gunakan adalah bahasa sunda. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka mahir menggunakan bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapat pegetahuan tersebut dari sekolah. Orang kanekes dalam tidak mengenal budaya tulis, jadi kepercayaan, adat, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tutur lisan saja.

Ada tiga lapisan di suku Baduy, yakni Baduy Dangka, Baduy Luar, Baduy Dalam.

Warga Baduy Dangka sudah tinggal di luar tanah adat, mereka sudah tidak lagi terikat oleh aturan atau kepercayaan animisme sunda wiwitn yang di junjung suku Baduy, mereka juga sudah mengenyam pendidikan dan teknologi.

Ciri khas mereka terletak pada cara berpakaian mereka yang berpakaian serba hitam dan memakai ikat kepala biru.

Yang teerakhir adalah Baduy dalam, mereka bermukim di pelosok tanah adat, pakaian mereka serba putih, kepercayaan mereka akan sunda wiwitan masih kental, warga di Baduy dalam di percaya memiliki kedekatan dengan leluhur.

Mereka tidak menenyam pendidikan, teknologi, bahkan tidak beralas kaki karena hidup apa adanya di rasa sebagai cara untuk tetap dekat dengan Yang Maha Esa.

Dan masih banyak lagi keunikan dari suku Baduy yang perlu kita tahu, berikut 9 fakta unik tentang suku Baduy ;

1. Berjalan tanpa alas kaki

Suku Baduy biasa mengunjungi kerabat mereka yang di kota dengan berjalan kaki, bukan hanya itu seringkali mereka berjalan ke kota untuk menjual hasil ladang dan kerajinan tangan , Suku Baduy biasa berjalan kaki ke kota berkilo-kilo jauhnya tanpa menggunakan alas kaki

2.Kekayaan tidak di lihat dari bentuk rumah

Tidak seperti kehidupan orang di kota umumnya yang dimana semakin kaya orang akan membuat bangunan rumahnya semakin terihat mewah, lain halnya dengan suku Baduy yang di mana bentuk rumahnya yang umum, atap terbuat dari ijuk kelapa yang di keringkan dan di anyam, bilik dan lantai yang terbuat dari anyaman bambu, hal ini berkaitan dengan aturan adat yang mengharuskan penduduk  hendak membangun rumah tidak diperbolehkan merusak alam sekitar demi membangun suatu bangunan.

Yang membedakan status kekayaan mereka adalah tembikar yang di buat dari kuningan yang di simpan di dalam rumah masing-masing mereka,semakin banyak tembikar kuningan yang ada di dalam rumah mereka itu menandakan semakin tinggi status keluarga tersebut dan di pandang orang.

3.Gemar bergotong royong

sifat gemar bergotong royong selalu di terapkan oleh suku Baduy, apa lagi saat mereka harus berpindah tempat dari satu wilayah ke wilayah lain yang lebih subur, sebagai suku nomaden (tidak memiliki tempat tinggal yang menetap)  dan menganut sistem ladang terbuka, membuat suku Baduy harus hidup saling bergotong royong.

4.Ayam merupakan makanan yang mewah

Bagi kita menu ayam merupakan lauk makan sehari hari yang biasa saja, lain halnya dengan suku Baduy, meski ayam berkeliaran bebas di antara rumah mereka tapi bukan berarti mereka di perbolehkan menyantap menu makan berbahan dasar ayam dengan bebas, suku Baduy hanya menyantap hidangan berbahan dasar ayam hanya pada acara adat tertentu atau di acara pernikahan saja.

5.Larangan berkunjung selama tiga bulan

Warga Baduy menjalankan tradisi kawalu, tradisi kawalu adalah tradisi puasa yang di jalankan oleh warga Baduy yang di rayakan selama tiga kali selama tiga bulan, dalam puasa ini warga Baduy berdoa krepada tuhan agar Negara ini di berikan rasa aman, damai, tentram, dan sejahtera.

pada saat tradisi kawalu di jalankan, para pengnjug di larang masuk ke Baduy, apabila ada kepentingan pengunjung boleh berkunjung tetapi tidak diperbolehkan menginap.

6.Pakaian suku yang berbeda

ternyata pakaian suku Baduy luar dan Baduy dalam berbeda, perbedaan yang mencolok dari pakaian adat mereka terletak pada warnanya, Babuy Dalam memakai pakaian berwarna putih lengkap dengan ikat kepala yang juga berwarna putih, sedangkan Baduy Luar menggunakan pakaian berwarna biru gelap dan hitam.

7.Pu’un yang di hormati

Setiap suku adat pasti memiliki kepala suku yakni orang yang di anggap ketua di adat tersebut, seperti halnya suku Baduy yang memiliki ketua yang biasa mereka sebut Pu’un. selain tugas Pu’un sebagai tetua adat,Pu’un juga berperan untuk menentukan masa tanam dan panen ladang mereka serta hukum adat pada suku Baduy.Tak heran jika Pu’un begitu di hormati oleh warga suku Baduy.

8.Kebahagiaan yang sederhana

Tak seperti orang di kota pada umumnya, kebahagiaan suku baduy bahkan muncul dari hal-hal yang sederhana. Salahsatunya adalah mengobrol dengan tetangga pada saat malam di bawah keterbatasan cahaya namun diiringi dengan alunan musik dari kecapi.

9.Kuburan tak bertanda

Tidak seperti umumnya yang di mana kuburan di tandai dengan batu nisan, suku Baduy justru tidak memberikan tanda pada kuburan melainkan meratakannya kembali seperti bentuk semula, setelah tujuh hari mereka akan membiarkan lahan tersebut di tumbuhi tanaman.

Nah itulah beberapa fakta unik mengenai suku Baduy, banyak pelajaran tentunya yang dapat kita ambil dari kebiasaan suku baduy tersebut, salah satunya adat gotong royong yang kini di kehidupan orang  perkotaan sudah hampir punah.